Sabtu, 18 Juni 2011

Prinsip Desain Grafis


  • Keseimbangan atau Balance
Keseimbangan memberikan perasaan yang stabil pada sebuah karya grafis. Keseimbangan karya desain tidak hanya berfokus pada satu elemen tertentu saja, namun juga bagaimana kombinasi ini dapat memberikan kesan yang seimbang dalam desain.  Pola keseimbangan pada desain dapat dibagi menjadi 3 bentuk pola, yaitu:

a.      Simetri, dimana terjadi keseimbangan pada bentuk gambar atau elemen lainnya. Sebagai contoh sederhana adala gambaran bentuk wajah manusia yang secara keseluruhan dapat dikatakan seimbang karena kombinasi bentik dan tata letak antara mata kiri dan mata kanan, serta letak hidung dan mulut.
b.   Radial balance, merupakan desain yang memiliki titik pusat ertentu secara radial yang dapat memberikan kesan simbang pada bentuk sekelilingnya.

c.     Asimetri, merupakan pola yang menciptakan kesan keseimbangan yang sama bentuk pada antarbentuk, walaupun pada bagian objek tidak terlihat sama. Pola ini umumnya membutuhkan kreativitas yang lebih cenderung sedikit sulit karena dibutuhkan spontanitas dan eksperimen terhadap elemen-elemen desain.
  • Irama
Merupakan pengulangan bentuk secara beraturan terhadap sebuah objek melalui melalui pola tertentu yang  mudah dikenal dan diingat. Pola pergerakan objek dengan objek lainnya bertujuan untuk mengurangi kesan bosan terhadap sebuah bentuk. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meciptakan sebuah irama pada bentuk desain, yaitu:
a.       Melakukan pengulangan terhadap warna, bentuk, tekstur, dan garis.
b.      Memberikan wariasi terhadap ukuran benda, bentuk, atau garis secara berurutan.
c.       Menciptakan gradasi pada ukuran objek, bentuk dan warna.
  • Proporsi
Merupakan gambaran perbandingan antara objek terkecil terhadap keseluruhannya. Umumnya perbandingan golden section lebih popular digunakan. Proporsi ini menggunakan bilangan perbandingan 1:1,618. Perbandingan ini didasarkan pada perbandingan pembagian anatomi dalam manusia. Dalam seni  grafis sendiri, kualitas desain sangat ditentukan oleh proporsi perbandingan antara suatu objik dengan keseluruhan objek. Sebagai contoh, perbandingan proporsi dalam desain dibuat berdasarkan perbandingan antara:
a.       Tinggi, lebar, dan kedalaman satu elemen dengan elemen lain.
b.      Ukuran dari satu daerah dengan daerah lain.
c.       Ukuran satu elemen dengan elemen lain.
d.      Jumlah ruang antara dua atau lebih elemen.

  • Penekanan (emphasis)
Adalah suatu cara memberikan tekanan pada objek tertentu, sehingga lebih fokus dari objek lainnya. Bagaimanapun penggunaan penekanan ini diharapkan tidak mengurangi unsur keindahan elemen lainnya. Penekanan terhadap sebuah karya dapat menggunakan elemen warna , bentuk, dan elemen lainnya. Ada beberapa cara untuk melakukan penekanan terhadap sebuah karya desain, yaitu:
a.       Menggunakan warna yang kontras pada elemen tertentu.
b.      Gunakan garis atau bentuk yang berbeda, atau yang tidak biasa.
c.       Buatlah sebuah bentuk yang sangat besar atau yang sangat kecil.
d.      Gunakan latar belakang polos, sehingga objek gambar terlihat dominan.

  •  Kesatuan (Unity)
Adalah ciri khas desain yang baik. Ini adalah hasil akhir adalah suatu komposisi ketika semua elemen desain bekerja secara harmonis bersama-sama memberikan penampilan yang memuaskan. Tercapainya kesatuan dalam desain ketika semua aspek dari desain saling melengkapi satu sama lain dan telah diterapkan dengan benar pada desain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar